Trapattoni: Irlandia Harus Main Tenang

PARIS - Republik Irlandia mengemban misi sulit untuk menundukkan Prancis di markasnya. Namun, pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni masih percaya timnya bisa lolos ke Piala Dunia 2010. Syaratnya, Robbie Keane dkk harus tenang dan bermain lepas.

Ya, misi sulit diemban Irlandia yang dituntut menang 2-0 atas Les Blues pada leg kedua play-off Piala Dunia di Stade de France, Kamis (19/11/2009) dini hari nanti. Tuntutan ini tak lepas dari hasil mengecewakan The Boys in Green -julukan Rep. Irlandia- pada leg pertama di Dublin, akhir pekan lalu. Saat itu, Irlandia harus tertunduk lewat gol semata wayang bomber Nicolas Anelka.

Menyikapi kondisi ini, Trappatoni sadar jika timnya berpotensi besar bakal tersingkir. Meski demikian, pelatih asal Italia ini meminta anak asuhnya untuk bermain dengan motivasi ekstra untuk bisa membuat kejutan dengan menyingkirkan juara dunia 1998 dan Eropa 2000 itu.

"Saya sempat bermain bola, jadi saya juga tahu apa yang mereka (pemain) rasakan saat ini," papar Mr. Trap sebagaimana dilansir Sky Sports, Rabu (18/11/2009).

"Saya mengatakan kepada para pemain, duel ini merupakan ajang untuk menghangatkan hati dan mendinginkan kepala. Kami harus bisa bermain dengan kepala dingin dan hati yang hangat," tambahnya.

"Dengan kaki, kami bisa mencetak gol. Jika kami menggunakan kepala yang dingin, saya yakin kami mampu menggunakan kaki kami untuk mencetak gol," jelas pelatih 70 tahun ini.

"Kami tak boleh kalah mental dalam pertandingan seperti ini. Kami juga harus tetap tenang. Namu, saya juga takkan hanya duduk di bench tanpa melakukan segala cara. Kami tak bisa membiarkan pertandingan diakhiri tanpa hasil, karena itu takkan mengubah apapun," imbuh Trapattoni.

"Kami tak boleh lupa, banyak final dan pertandingan-pertandingan penting di Piala Dunia atau Liga Champions, jarang tercipta banyak gol. Umumnya, 1-0, 0-1, dan 1-1," kenangnya.

"Dalam pertandingan penting, jarang sebuah tim bisa mencetak tiga, empat atau lima gol. Itu sangat sulit. Kami masih memiliki 90 menit untuk dimainkan. Saya juga sudah mengingatkan para pemain untuk tetap optimistis mereka bisa melakukan ini (membalikkan keadaan) dan mereka bisa mencapai target ini," tutup mantan pelatih Timnas Italia ini.